TNI Harus Investigasi Internal Dugaan Pesawat Hercules Dikomersilkan

Pesawat Hercules / Istimewa
Pesawat Hercules / Istimewa

LINTAS7.COM – JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR Tantowi Yahya meminta, TNI melakukan investigasi internal terkait ada dugaan “komersialisasi’ pesawat Hercules yang bisa dinaiki penumpang sipil dengan memungut bayaran.

“Ada masyarakat bayar naik Hercules, itu fakta. Secara kelembagaan memang tidak boleh tapi di lapangan, pesawat memang dikomersialisasikan, ini harus jadi perhatian TNI agar tidak ditolerir,” ujar Tantowi, di Cikini, Jakarta, Sabtu (04/07/15).

Politisi Golkar ini menyebut, TNI memang wajib menjalankan fungsi sosialnya. Namun, tidak boleh ada penyimpangan dengan mengkomersialisasikan pesawat bagi penumpang sipil.

“TNI harus menjalankan fungsi sosialnya tapi tidak dengan cara lain mengangkut penumpang dengan bayaran,” tukas Tantowi.

Sebelumnya, jatuhnya pesawat Hercules di Medan ditengarai karena over kapasitas penumpang. Muncul wacana kalau pesawat milik TNI itu sering digunakan untuk penerbangan komersil.

Namun, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen TNI) Mayjen Fuad Baysa secara tegas menyatakan, tidak ada penyimpangan atau komersialisasi penyimpangan transportasi oprasional milik TNI kepada sipil.

“Enggak ada, enggak ada,” kata Fuad, di Cikini, Jakarta, Sabtu (04/07/15).

Dia mengaku, juga pernah mendengar bawa ada praktek komersialisasi bus TNI kepada sipil. Tapi, dia tidak habis pikir mengapa mau menyewa bus atau pesawat TNI yang fasilitasnya sangat terbatas dibanding bus atau pesawat komersil yang memang digunakan untuk umum.

“Saya juga dengar itu katanya bus disewakan. Ngapain orang naik bus TNI? Bus banyak bagus-bagus kok, ngapain pakai bus TNI? Naik pesawat misalnya sewa, kan ada yang ngomong di Medan itu bayar Rp 1 juta untuk ke Natuna. Loh pake Garuda saja nggak sampai Rp 1 juta kok, duduknya nyaman ada makan ada pramugari. Hercules duduknya samping kayak truk,” ujar Fuad.(*)

KLIK SEBELUMNYA

Jurnalis : EKA M YUNIARSIH

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR