Sopir Angkot Tanah Abang Bantah Ditunggangi

LINTAS7.COM – Penutupan akses Tanah Abang oleh Gubernur Jakarta Anies Baswedan menuai protes di kalangan sopir angkot.

Sejumlah sopir angkot yang trayeknya melintas di depan Pasar Tanah Abang melakukan aksi unjuk rasa guna menuntut pembukaan akses Tanah Abang.

Penyebabnya, semenjak jalur Tanah Abang ditutup untuk PKL penghasilan sopir angkot menurun hingga 50 persen.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Haji Lulung mencurigai ada pihak yang menunggangi demo sopir angkot Tanah Abang hari ini, Senin [29/01/18].

Dugaan Lulung itu muncul karena tuntutan sopir yang berubah-ubah. Semula para sopir angkot minta ada rekayasa rute.

“Bang Haji, maunya kami direkayasa, naik ke atas. Yang Tanah Abang-Jembatan Lima, Tanah Abang-Kota, dan Tanah Abang mana gitu. Jadi mereka naik ke atas maunya terus belok kiri ke (jalan) KS Tubun, terus naik dikit masuk Blok G dan masuk ke Blok F, Blok B,” terang Lulung di Balai Kota.

Tetapi setelah rapat dengan pihak Dinas Perhubungan, tuntutan sopir angkot berubah lagi. Mereka minta agar Jalan Jatibaru Raya dibuka kembali untuk angkot.

Sopir angkot pun meradang dituding ada pihak yang menunggai dalam aksi mereka.

“Kita demo ini inisiatif sopir nggak ada yang nunggangin. Hoax itu. Jadi salah itu kalau dibilang ada yang nunggangin,” kata Aziz, sopir M08 di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Aziz menegaskan bahwa dirinya bersama para sopir dari M03, M08, M09, M10 dan M11 merasa dirugikan akibat ditutupnya akses Jalan Jatibaru Raya.[*]

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR