Sebut Pasek dan Marzuki Keblinger, Jemmy : Aklamasi Adalah Demokrasi

Jemmy
Photo : Sekretaris DPP Partai Demokrat Bidang Penegakan Hukum, Jemmy Setiawan/LINTAS7.COM

LINTAS7.COM – JAKARTA – Kongres ke IV Partai Demokrat yang akan digelar Surabaya, Jawa Timur, sepakat mengusung kembali Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2015-2020.

Sekretaris DPP Partai Demokrat Bidang Penegakan Hukum, Jemmy Setiawan menjelaskan, bahwa aklamasi merupakan hakekat demokrasi indonesia yang pinjakanya mufakat.

“Pemilihan secara aklaasi benar-nebar di prakarsai oleh para pejuang-pejuang partai yang suasana kebatinanya memiliki kerinduan yang sama untuk dapat memenagkan kembali percaturan politik 5 tahunan,” kata Jemmy, kepada wartawan melalui siaran persnya, Tabu (06/05/15).

Mengenai adanya calon ketua umum selain SBY, Jemmy menilai, hal itu merupakan riak-riak kecil dari hiasan demokrasi di internal partai diantaranya adalah I Gede Pasek Suardika dan Marzuki Alie.

“Menilik seorang Pasek adalah kader muda dan cerdas namun keblinger terhadap situasi internalnya ketidak seriusan Pasek untuk maju semakin terlihat dan indikasi bahwa Gede Pasek hanya bidak catur dari permainan seorang semakin kuat, Pasek mengalang opini publik namun tidak bekerja mengalang dukungan kepada pemilik suara sah di kongres nanti, pola mengalang sentimen publik sering kali di tempuh untuk menaikan nilai tawarnya dan faktanya tidak ada dukungan di balik pencalonanya,” ujar Jemmy.

Begitu pula dengan Marzuki Alie yang notabenenya sebagai bekas Ketua DPR-RI, kata Jemmy, lebih memilih jalan menajam keluar daripada bekerja ke dalam. Hal ini sambung Jemmy, sanggat dimaklumi karena DPC dan DPD mayoritas telah memantapkan pilihanya secara aklamasi kepada SBY di kongres esok.

“Sikap Marzuki Alie menjadi anomali berkehendak maju dalam kongres namun tak memiliki dukungan. Langkah Marzuki semakin disorientasi ketika wacana yang di gulirkan bahwa situasi kongres tidak demokrastis,” tutur Jemmy.

Jemmy menilai, pernyataan Marzuki Alie salah, karena justru pemilihan secara aklamsi adalah demokrasi yang meminimalkan segala hal seperti dapat mengantisipasi adanya money politic, meminimalisir pengeluaran partai dari sisi waktu lebih cepat, dan meminimalkan potensi perpecahan mengingat dualisme partai sedang jadi trend.

“Kesadaran kolektif untuk memperjuangkan agar partai utuh dan kuat agar tidak dimasuki anasir-anasir luar adalah alasan kenapa SBY harus terpilih secara aklamasi,” jelas Jemmy.

Selain itu, tambah Jemmy, adanya kerinduan para segenap kader Demokrat dari seluruh penjuru nusantara untuk dapat memenangkan kembali kontes demokrasi lima tahunan menjadi berpeluang di bawah kepemimpinan SBY.

“Runtuhnya kepercayaan kader karena droopnya perolehan suara di 2014 kemarin akan kembali pulih karena sosok SBY bersedia kembali ke gelangang memimpin langsung merebut kejayaan Demokrat,” tandasnya.(*)

KLIK SEBELUMNYA

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR