Ratu Online Community Minta Presiden Cabut Permenhub 108/2017

foto
Taksi Online [istimewa]
LINTAS7.COM – Puluhan anggota Ratu Online Community yang mayoritas janda ikut berunjuk rasa menolak Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

 

Mereka menolak Permenhub 108/2017 karena diharuskan melakukan uji kelaikan kendaraan (KIR), harus memiliki SIM A umum, dan juga harus memasang stiker tanda taksi online di kendaraannya.

“Kami menolak keras permenhub 108 karena memberatkan, kenapa malah dibikin susah dengan dibenturkan aturan itu,” kata Anisha [33] di depan kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin [29/01/18].

Anisha menjadi punggung keluarga lantaran ditinggal meninggal suaminya.

Anisha mengatakan, Permenhub 108/2017 membuat susah teman-temannya untuk mencari nafkah. Terlebih, dirinya dan teman-temannya yang tergabung di Ratu Online Community menjadi tulang punggung keluarga lantaran ditinggal meninggal suaminya.

“Kami ini rata-rata janda, termasuk saya karena suami sudah meninggal. Kita buat lapangan kerja sendiri dan seharusnya itu pemerintah kasih peluang dong, tapi malah membuat susah,” ucapnya.

Oleh karena itu dia meminta kepada Presiden Joko Widodo [Jokowi] untuk mencabut Permenhub 108/2017.

“Kita kerja saja sudah sering susah, ini dibuat susah kembali, kan mobil pribadi, buat apa harus pakai SIM kendaraan umum lagi? Buat apa lagi harus uji KIR? Buat apa lagi pembatasan kuota, kita dapat penumpang saja suka susah,” tandasnya.[*]

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR