Pasien Difteri Meningkat, RSPI Sulianti Suroso Kewalahan

foto
Penyakit Difteri [ist]
LINTAS7.COM – Korban pengidap penyakit Difteri dari hari ke hari terus berdatangan di Rumah Sakit Pusat Infeksi [RSPI] Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Jumat [15/12/17].

 

Meski kewalahan menangani pasien penyakit tersebut, namun pihak RSPI akan memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada pasien.

Baca: DPR Akan Bahas Surat Pencopotan Fahri Hamzah

“Karena kami rumah sakit rujukan penyakit infeksi maka kami dapat dropping dari kementerian kesehatan dan tidak semua rumah sakit punya ADS. Stok ADS-nya cukup,” kata Dokter Dyani Kusumowardhani Spesialis Anak, Kamis [15/12/17].

Sebelumnya, Teddy salah satu orang tua yang anaknya diduga mengidap Difteri mengeluhkan pelayanan RSPI Sulianti Saroso. Teddy mengaku, putranya dirujuk dari Ciputra Hospital ke RSPI Sulianti Saroso karena diduga mengidap penyakit Difteri.

Baca: KPK Sudah Terima Surat dari Mantan KSAU

“Dari semalam tapi sampai siang ini masih belum ditangani. Masih nunggu dokter,” ungkap Teddy pada wartawan.

Lain halnya dengan Bambang, warga Tangerang, Banten yang membawa anaknya bernama Angga [10] sudah mendapat penanganan dari dokter RSPI Sulianti Saroso.

Baca: Mantan KSAU Belum Bisa Hadir di KPK

Angga di rujuk dari RSUD Kota Tangerang ke RSPI Sulianti Saroso tadi malam.

“Katanya Difteri tapi hasil uji lab belum keluar. Anak saya badannya panas dan tenggorokannya sakit,” ungkap Bambang.

Baca: Gubernur Anies Cabut Dua Raperda Tentang Reklamasi

Perlu diketahui, jumlah pasien pengidap Difteri yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso lebih tinggi dari kemarin.

Dengan kata lain terdapat peningkatan jika dibandingkan hari kemarin.

Baca: Plt Ketua DPR Pastikan Akan Bahas Surat Pencopotan Fahri Hamzah Dari Fraksi PKS

“Kalau kemarin 57 pasien dan sekarang sampai dengan pukul 10 pagi terdapat 73 pasien pengidap Difteri. Artinya ada peningkatan sebanyak 16 pasien,” kata Direktur Medik dan Keperawatan Dokter Dyani Kusumowardhani.

Dari 73 orang pasien Difteri yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso, sebagian besar berasal dari Jakarta dan sisanya berasal dari Tangerang, Depok, Bekasi dan Bogor.

“29 pasien dari DKI, 21 pasien dari Tangerang dan sisanya berasal dari Depok, Bekasi dan Bogor,” kata Dokter Dyani Kusumowardhani.

Diharapkan pasien dan keluarganya sabar menunggu giliran pemeriksaan karena untuk kasus seperti Difteri dalam penanganannya membutuhkan waktu dan ketelitian yang lebih dari dokter.

“Kami telah mengerahkan Dokter Anak, Dokter THT dan Dokter Penyakit Dalam. Pasien kan banyak jadi harus sabar nunggu giliran. Kondisi seperti ini dokter memeriksa harus lebih teliti dan membutuhkan APD,” imbuhnya. [*]

Sumber; Wartakota

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR