Pasca Gerebekan Kios-Kios Pembuat Dokumen Palsu di Pasar Pramuka Mati Total

dokumen
Dokumen Palsu/Istimewa

LINTAS7.COM – JAKARTA – Pasca anggota Subdit Jatanras Polda Metro Jaya menggerebek Pasar Pramuka Pojok, Jala Salemba Raya, Jakarta Pusat, pada Sabtu (21/11/) kemarin, nampak sepi seperti mati, lantaran tidak ada aktivitas lagi.

Diketahui, Polda Metro Jaya, menggerebek kios-kios itu, karena disinyalir menjadi tempat penjualan dokumen palsu seperti ijazah, KTP, hingga kartu keluarga palsu. Dokumen-dokumen tersebut banyak dipesan oleh para pelaku kejahatan untuk membuka rekening di bank guna menampung hasil kejahatan mereka.

BACA JUGA : PT. KAI Hari Ini Uji Coba Lintasan KRL Jakarta Kota-Priok

Dari puluhan kios yang menawarkan jasa pengetikan, percetakan, hingga terjemahan bahasa asing, nampak lima kios dipasang Polisi Line (garis polisi), Senin (24/11/15).

Sebelumnya, Kasubdit Jatantas Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan mengungkapkan, penggerebekan terhadap kios-kios itu merupakan hasil pengembangan jaringan kejahatan penipuan ‘mamah minta pulsa’ yang ditangkap belum lama ini.

“Jaringan penipuan mama minta pulsa ternyata membuat data untuk rekening palsu di kios-kios ini, makanya kami gerebek Pasar Pramuka Pojok,” kata Herry, Minggu (23/11/15).

Adapun yang telah diamankan dari penggerebekan ini ‎sebanyak 23 orang, dan enam diantaranya merupakan pemilik kios. Ke 23 orang itu beserta barang bukti seperti printer, scanner, monitor, stempel, serta beberapa dokumen sudah dibawa ke Polda Metro Jaya.

Mereka yang diduga pelaku kejahatan terancam Pasal 263 dan 266 KUHP, tentang pemalsuan surat dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.(*)

Jurnalis : M JOKAY

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR