Pakar Komunikasi Politik Sebut Amin Rais Inkonsisten

Mantan Ketum Partai Amanat Nasional, Amien Rais
Mantan Ketum Partai Amanat Nasional, Amien Rais. (Foto Istimewa)

LINTAS7.COM – JAKARTA – Pakar Komunikasi Politik Universitas Bengkulu, Lely Arrianie mengatakan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung dan tidak langsung alias melalui DPRD tidak menjamin bersih dari unsur transaksional.

Namun, Lely lebih khawatir bila Pilkada melalui DPRD, lantaran saat pemilihan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 lalu, banyak dari mereka yang melakukan money politic, demi terpilih sebagai anggota legislatif.

“Kemarin-kemarin mengeluh ketika banyaknya politik uang saat pencalegkan, sekarang bagaimana dia memilih kepala daerah,” ucap Lely, di Gedung Parlemen, Senayan, Selasa (23/09/14).

Lely menyayangkan, sikap elit politik seperti matan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, yang dinilai inkonsisten. Kepada Lely, Amien Rais pernah mengaku, akan membela pemilihan langsung sampai akhir hayatnya. Hal itu diakui Lely, bahwa dirinya pernah mewawancarai Amien Rais, saat membuat disertasi gelar Doktor pada 2003 lalu.

“Seperti Amien Rais, dalam makalahnya dia menyatakan pemilihan secara langsung akan dia bela sampai akhir hayat, sekarang, kalau dia inkosisten, ada politik apa dibelakangnya?” tanya Lely.

Selain Amien Rais, Lely juga mengaku, pernah mewawancarai mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum serta pakar hukum seperti Akil Mochtar dan Hamdan Zoelva. Dari hasil wawancara itu Leli menilai, untuk mendapatkan suatu keputusan politik dipastikan adanya tujuan-tujuan politik yang kuat. (*)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR