Nagari Sulit Air, Bukan Desa yang Sulit Akan Air

istimewa
Gunung Merah Putih, Nagari Sulit Air / Istimewa

LINTAS7.COM – JAKARTA–  Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata sulit air dan itu adalah suatu desa? Pasti anda akan berfikir bahwa desa itu kesulitan air. Eits, jangan salah dulu. Walau namanya sulit air daerah itu tidak pernah kekurangan air.

Bila anda ke Padang,  ibu kotanya provisinsi Sumatra Barat, jangan lupa mampirlah ke bagian timur Padang yaitu Kabupaten Solok.

BACA JUGA :  HUT Nagari Sulit Air Pertama Kalinya di Hadiri Perantau Sulit Air

Dikabupaten Solok itulah anda akan menemukan Nagari atau Desa Sulit Air.

Di Daerah yang memilli luas daerah 80 KM persegi itu anda akan menemukan nuansa alam yang akan kental dengan adat kedaerahan minang-nya. Hal itu dikarenakan, selain daerah itu sangat asri, sebagian rumah-rumah disana masih menggunakan rumah Minangkabau (rumah panggung adat minang yang atapnya berntuk tanduk kerbau).

Bukan itu saja, Sulit Air memiliki keunikan lainnya seperti di bidang kuliner yaitu Gulai Hitam.
Gulai Hitam, pada dasarnya adalah gulai ayam atau daging sapi seperti biasanya khas makanan padang lainnya hanya saja, pada Gulai Hitam khas Sulit Air itu, bumbu dasar Gulai itu ditambahkan bumbu hitam, sehingga gulai itu berwarna hitam.

Bagi anda yang suka mendaki, Sulit Air mempunyai Gunung Merah Putih.
Gunung Merah Putih memiliki tebing rata vertical yang berwarna merah dan putih seperti bendera Indonesia. Bila anda ingin merasakan pesona alamnya itu, anda harus mendaki ke puncak gunung melalui anak tangga sebanyak 1000 buah, sehingga dinamakan Janjang Seribu.

Ada juga Titi Bagonjong, merupakan sebuah jembatan yang menyeberangi Sungai Katialo di tengah-tengah Nagari Sulit Air yang dilengkapi atap bergonjong layaknya seperti Rumah Gadang. Ada masjid terindah di Sumatera Barat pada era tahun 80-an dulu yang diberi nama Masjid Raya Sulit Air. Ada Rumah Gadang yang terpanjang di Sumatera Barat dengan jumlah ruangan atau kamar sebanyak 20 ruang, terkenal dengan nama Rumah Gadang 20 dan banyak lagi yang lain.

Jadi, bagi Anda yang ingin liburan dan ingin mengenal jauh tentang budaya di Sumatra Barat, tidak ada salahnya bila anda mengunjungi desa yang mempunyai jarak tempuh 3 jam dari kota Padang ini. (*)

Jurnalis : EKA M YUNIARSIH

 

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR