Mundur Tidaknya Khofifah dari Kabinet Tergantung Presiden Jokowi

foto
Menteri Sosial [Mensos] Khofifah Indar Parawangsa/ist
LINTAS7.COM – Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan, bahwa Presiden Joko Widodo [Jokowi] paham soal mundur atau atau tidak Menteri Sosial [Mensos] Khofifah Indra Parawansa.

 

Pasalnya, keputusan tersebut merupakan hak preogatif presiden. Khofifah diketahui maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018.

Baca: Kasus Hukum Viktor Laiskodat Tidak Perlu Rekomendasi MKD

“Kita yakin sepenuhnya pada optimisme kebijakan presiden, yang pasti lebih memahami dalam kaitan apa yang harus diperbuat terhadap pembantunya dalam hal hak prerogatif,” kata Taufik di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, [29/11/17].

Menurutnya, Khofifah tidak perlu menanggalkan jabatannya sebagai Mensos. Namun, hanya saja bila tidak mundur, belum tentu baik secara etika.

Baca: MKD Bantah Tidak Proses Setya Novanto

“Maka dari itu ini berkaitan dengan aspek kepatutan. Aspek logik dan barangkali kearifan dari pada presiden. Sungguh pun itu tidak dibahas detil dalam UU, paling tidak saya yakin sepenuhnya presiden secara arif dan bijak pasti memahami apa yang beliau lakukan dalam konteks hak preogratif presiden kepada para pembantunya itu,” jelasnya.

Seperti diketahui, di Pilgub Jatim, Khofifah berpasangan dengan Emil Dardak. Sejauh ini, sudah ada dua parpol yang resmi mendeklarasikan dukungan untuk pasangan ini yakni, Partai Demokrat dan Partai Golkar.

Baca: Tim Advokasi Pancasila Duga Ada Bandar Besar di Belakang Viktor Laiskodat

Apabila digabungkan, kedua parpol mempunya 24 kursi DPRD Jatim, lebih dari cukup untuk mengusung pasangan calon gubernur dan wagub.[Jok]

TINGGALKAN KOMENTAR