Mengembalikan Pancasila Sebagai Jatidiri Bangsa

Pancasila
Pancasila/istimewa

LINTAS7.COM – 71 tahun sudah perjalanan bangsa ini bebas dari belenggu penjajahan. Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 sebagai momen terpenting dalam sejarah bangsa, semestinya sudah menyatukan bangsa dan Negara ini. Sangat memprihatinkan, bahwa dalam memperingati hari lahirnya Pancasila ini kita masih memperdebatkan nilai-nilai ideologis yang terkandung dalam Pancasila. Sebagai pewaris kemerdekaan 1945 seharusnya kita tidak berdiam diri, namun ikut berpartisipasi dalam menjaga jiwa, semangat dan nilai-nilai yang telah diperjuangkan, disepakati dan diwariskan kepada kita.

Pancasila sebagai landasan filosofis atau ideologi Negara digali oleh Bung Karno dan diperkenalkan pada tanggal 1 Juni dan disahkan dalam persidangan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 18 Agustus 1945. Proses pembahasan untuk mencapai kesepakatan dan kesepahaman untuk menetapkan Pancasila sebagai landasan dasar Negara harus melalui perdebatan yang panjang diantara para tokoh-tokoh dari berbagai suku, agama, ras dan golongan yang tergabung dalam Badan Penyelidik Usaha-usaha Pesiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan PPKI. Yang sangat penting kita ingat adalah proses perdebatan antara kaum kebangsaan dan golongan Islam untuk mencapai kesepahaman untuk menetapkan Pancasila sebagai ideologi Negara. Perdebatan antara dua golongan ini berkisar dengan perdebatan mengenai apa yang kita kenal sebagai Piagam Jakarta. Perdebatan antara dua golongan tersebut sangatlah penting untuk kita ingat sebagai pedoman catatan sejarah bagi kita dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

BACA JUGA : Sebut Hak Asasi Monyet, Ruhut Sitompul Dilaporkan Pemuda Muhammadiyah

Proses perjalanan reformasi yang membuka kran demokrasi yang kita idamkan ternyata telah turut mengakibatkan lunturnya nilai-nilai persatuan, kesatuan, kebangsaan dan degradasi terhadap nilai-nilai Pancasila. Berkembangnya semangat etnositas yang berlebihan, perselisihan atas nama agama, aliran, antar golongan, antar Lembaga Negara, berkembangnya budaya korupsi, individualisme dan lunturnya semangat kebersamaan dan cinta tanah air merupakan contoh telah merosotnya kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.

Memang sebagai bangsa yang besar dengan segala keragaman dan kekayaan alamnya, tidak mudah untuk menjaga semangat persatuan, kesatuan dan nilai-nilai kebangsaan. Namun, setelah 71 tahun sudah sewajarnya dan semestinya kita mengakhiri perdebatan dan menyatukan segala persepsi yang ada diantara kita mengenai landasan ideologi Negara. Perdebatan yang berkepanjangan mengenai Pancasila sebagai landasan kehidupan

berbangsa dan bernegara berpotensi semakin meretakkan semangat persatuan, kesatuan dan nilai-nilai kebangsaan yang semakin memudar saat ini.

Di setiap Negara manapun landasan ideologi Negara merupakan hal yang sangat penting dan mendasar. Setelah 71 tahun kita merdeka seharusnya kita sudah bisa untuk bersikap dewasa dan bergerak maju bersama mengisi kemerdekaan ini dengan berdasarkan Pancasila sebagai landasan filosofi dan mulai mengimplementasikannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Suksesnya Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, tentulah tidak dapat diukur secara parsial saja. Kesuksesan tersebut mestilah dilihat secara menyeluruh. Ideologi sejatinya harus dapat membentuk watak dan membangun budaya yang original sesuai dengan nilai-nilai yang terdapat dalam idelogi yang dianut. Implementasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara hanya dapat direalisasikan jika UUD 1945 sejalan dengan nilai-nilai yang tersirat dalam Pancasila itu sendiri. Secara kasat mata kita bisa melihat bahwa semenjak amandemen UUD 1945 sudah terjadi perubahan arah pengimplementasian nilai-nilai Pancasila . Maka, Pancasila yang merupakan perwujudan dari pada nilai-nilai kearifan lokal atau jatidiri bangsa yang juga merupakan suatu wujud daripada cita-cita kita sebagai bangsa dan Negara tidaklah dapat terwujud jika kita tidak berani mengintrospeksi dan mengkoreksinya.

Oleh karena itu, demi mewujudkan cita-cita bangsa seperti yang tersirat dalam Pancasila yang merupakan roh dari pada UUD 1945, maka kita perlu mengkaji kembali dan berani melakukan perubahan. Tidak ada jalan lain yang bisa kita tempuh selain melakukan perubahan kembali dengan cara kembali ke UUD 1945 yang asli. Bila kita sudah berhasil melakukan hal ini, tanpa kehilangan kembali roh dari pada UUD 1945 kita bisa melakukan penyempurnaan yang harus kita lakukan sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman.

Selamat Hari Lahir Pancasila.

Majulah Indonesia !!!

Wujudkan kembali Pancasila dalam kehidupan keseharian bangsa dan Negara.

Jakarta, 01 Juni 2016

KITA Institute

Kajian Informasi Terpadu Nusantara Institute

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR