Marsekal Hadi Tjahjanto Tak Punya Catatan Buruk

foto
Marsekal Hadi Tjahjanto [ist]
LINTAS7.COM – Politikus Partai Demokrat, Syarief Hasan mengaku, tidak melihat catatan buruk calon tunggal Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

 

Hadi dipastikan akan menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang masa jabatanya telah habis.

Baca: Pergantian Panglima TNI, Sistem Sudah Kembali ke Zaman SBY

Selain tidak melihat catatan buruk, Syarief juga melihat karir Hadi telah memenuhi syarat untuk menjadi Panglima TNI.

Oleh sebab itu, suami Inggrid Kansil ini bersama anggota Komisi I lainnya siap melakukan uji kepatutan dan kelayakan [fit and proper test] terhadap Hadi.

Baca: Lemkaji MPR : Dunia Pendidikan Indonesia Perlu Banyak Perbaikan

Syarif menyebut, dalam menggali visi dan misi Hadi nanti, ia akan menanyakan mengenai menjaga masalah keutuhan NKRI.

“Menyangkut luas wilayah yang banyak, bagaimana strategi ke depan Serta komitmen kita dalam menghadapi Pilkada yang sebentar lagi Pilpres, ini suatu tugas dan tanggung jawab yang cukup besar bagi TNI yang akan datang,” tutur Syarif.

Baca: HA-IPB Minta Seluruh Alumni Diikut Sertakan Dalam Munas

Namun, sebelum menutup pernyataannya kepada wartawan Syarief berharap, Hadi tidak terlibat dalam kancah politik praktis.

“Jangan dong. Masa mau dimasukin politik? Kita harus menjaga semua,” kata Syarief Hasan di kawasan DPR RI, Jakarta.

Baca: Pemerintah Diminta Hati-Hati Kelola BUMN

Seperti diketahui, Mensesneg Pratikno telah menyerahkan nama calon Panglima TNI usulan Presiden Joko Widodo ke DPR.

Diketahui, dalam surat itu tertulis nama Marsekal Hadi Tjahjanto diajukan sebagai calon tunggal pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018.

Gatot diangkat menjadi Panglima di Era Presiden Joko Widodo menggantikan Jendral [purn] Moeldoko yang juga berasal dari prajurit AD.

Sebelum Moeldoko, yakni di era SBY, Panglima TNI dijabat oleh prajurit Angkatan Laut [AL] yakni Laksamana Agus Suhartono.

SBY memang menerapkan sistem bergilir dalam memilih Panglima TNI selama menjadi presiden. [Siti Asnah]

TINGGALKAN KOMENTAR