Mantan KSAU Belum Bisa Hadir di KPK

foto
Ilustrasi Helikopter [L7]
LINTAS7.COM – Mantan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal [Purnawirawan] Agus Supriatna belum bisa memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] karena masih menjalankan ibadah umrah.

 

Agus sedianya akan dimintai keterangannya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pembelian heli AW101 oleh TNI AU, Jumat [15/12/17].

Baca: Gubernur Anies Cabut Dua Raperda Tentang Reklamasi

Agus juga sebelumnya sudah dipanggil KPK, namun tidak hadir pada akhir November lalu karena menjalankan ibadah umrah.

Berdasarkan informasi, pemanggilan pada hari ini merupakan penjadwalan ulang Agus, karena pada akhir November lalu tidak hadir lantaran menjalankan ibadah umrah.

Baca: Plt Ketua DPR Pastikan Akan Bahas Surat Pencopotan Fahri Hamzah Dari Fraksi PKS

“Kami sampaikan ke penyidik klien kami belum bisa hadir panggilan hari ini karena masih umrah,” kata Pahrozi selaku kuasa hukum Agus di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Pada kesempatan ini, Pahrozi juga mengungkapkan, bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Agus terkait pemeriksaan tersebut.

Baca: Jaga Moral Bangsa Dari LGBT, FPKS Akan Kokohkan Moral Bangsa Lewat RUU KUHP

Menurutnya, bila kliennya itu telah tiba di tanah air akan memenuhi panggilan KPK.

“Selaku warga negara yang baik dia (Agus) akan memenuhi panggilan. Tidak ada keberatan atau kekhawatiran, kalau nanti Pak Agus sudah di Jakarta, pasti akan kooperatif,” ucapnya.

Diketahui, bukan hanya pihak swasta, ‎Irfan Kurnia Saleh yang menjadi tersangka di kasus ini. Puspom TNI juga menetapkan empat anggota TNI ‎sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Heli AW-101, tahun anggaran 2016-2017.

Baca: PDIP Harap Partai Lain Dukung Usulan Kocok Ulang Pimpinan DPR

Empat tersangka tersebut yakni, Marsekal Pertama TNI, FA, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Kemudian, Letnan Kolonel, WW, selaku pemegang kas; Pembantu Letnan Dua, SS; serta, Kolonel Kal, FTS, selaku Kepala Unit pada TNI AU. Atas perbuatan mereka, negara dirugikan sebesar Rp224 miliar.[*]

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR