KPK: Politik Sebagai Epicentrum Korupsi

itimewa
Lambang Partai Politik / Istimewa

LINTAS7.COM – JAKARTA – Director Gratifikasi Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) atau Litbang KPK  Giri Suprapdiyono  mengatakan politik merupakan epicentrum dari tindak kejahatan Korupsi.

Menurut Giri, hal itu dilihat dari kondisi dasar biaya politik yang tinggi sehingga biaya penyelenggaraan pemilihan kepala daerah cenderung  menggunakan anggaran 0,5 sampai dengan lima (5) persen dari APBD.

BACA: Berkas Pemalsuan Tandatangan Mandra P21

“Apakah setuju politik sebagai epicentrum Korupsi?” ujar Giri dalam seminar ‘Komitmen Partai Politik dan Lembaga Negara dalam Upaya Memberantas Korupsi,’ yang digelar Departemen Urusan KPK DPP Partai Demokrat di Hotel JW Marriot Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (09/11/15)

Giri menyebut dari biaya politik yang mahal itu juga sudah ada 319 kepala daerah yang telah bermsalah dengan korupsi, pasalnya dari biaya politik yang mahal itu lah cenderung melakukan perbuatan transaksional terlebih Parpol juga Parpol berorientasi atas kekuasaan.

“kami mencatat, sampai dengan september 2015, telah 87 politisi tersangkut kasus korupsi di KPK. Jumlah ini diluar kader Parpol yang terjerat kasus korupsi saat duduk di kementrian, lembaga.” ungkapnya.

Mengenai itulah ia menyarankan perlunya menseriusi reformasi parpol dalam pembiayaan kegiatan politik. Sebab kalau tidak, ia khawatir, kepercayaan masyarakat kepada parpol akan semakin rendah karena kader yang bermasalah.

Tindak kejahatan korupsi merupakan hal atau tindakan yang sangat merugikan negara. Begitu banyak macam-macam kejahatan ini, mulai dari penyalahgunaan wewenang jabatan hingga menerima suap atau memberi suap agar tujuan yang dimaksud tercapai.

Jurnalis : EKA M YUNIARSIH

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR