Ketua DPP Partai Golkar Bantah Ada Dorongan Munaslub Gantikan Setya Novanto

foto
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto [ist]
LINTAS7.COM – Ketua DPP Partai Golkar Rambe Kamarul Zaman membantah kabar adanya dorongan dari wilayah daerah yang menginginkan segera dilakukannya Munaslub Golkar, untuk menggantikan Setya Novanto.

 

Ia pun menegaskan, sampai saat ini Partai Golkar masih solid mendukung hasil rekomendasi rapat pleno DPP Partai Golkar yang telah menunjuk Sekretaris Jendral Idrus Marham sebagai Plt Ketua Umum Golkar.

Baca: OSO Ajak Broker Jaga Pancasila

“Kemarin saya ikut koordinasi di DPP. Rapat di DPP belum ada omongan tentang itu [Munaslub]. DPD juga posisi sekarang menunggu. Kita sepahamlah dengan empat poin itu. Itu juga sudah di sosialisasikan ke DPD,” kata Kamarul di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu [29/11/17].

Selain itu, ia juga mengingatkan, melaksanakan Munaslub tidak bisa dilakukan secara begitu saja. Melainkan, harus dihasilkan dalam rapat pleno dan diusulkan oleh 2/3 dukungan dari DPD 1.

Baca: Kasus Viktor Laiskodat Terganjal Masalah Interpretasi Bahasa

“Harus rapat pleno tidak bisa ujug-ujug. Rapim juga bisa. Rapim itu penyaring. Yang paling penting tentang kualitas kalau tidak percumalah performanya. Partai Golkar lebih paham dan pengalamanlah soal ini. Kapan Munas dilakukan dari rapat pleno,” tegasnya.

Seperti diketahui, saat ini Novanto mendekam di Rumah Tahanan [Rutan] Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] karena tersangkut kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik atau e-KTP.

Politisi senior Partai Golkar Jusuf Kalla mengatakan partainya harus segera mengganti ketua umum. Pasalnya menurut Kalla image Partai Golkar sudah jelek.Bahkan Kalla juga menyebut pergantian harus dilakukan pada bulan depan [Desember].

Menurut Kalla, Munaslub pasti akan digelar dan tidak akan bergantung pada hasil gugatan praperadilan yang diajukan Setya Novanto kepada Komisi Pemberantasan Korupsi [ KPK].

Baca: Presiden Kemungkinan Bahas Nasib Khofifah di Kabinet

Selain Novanto sulit menang, praperadilan tidak menyidangkan pokok perkara.
Disisi lain, Ketua DPP Golkar Andi Sinulingga juga mengatakan sebagian besar DPD I Golkar mendesak supaya partai berlambang pohon beringin menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa [Munaslub].

‎Menurutnya, desakan tersebut harus direspons dengan mengadakan rapat pleno kembali. Pasalnya, untuk menggelar Munaslub diperlukan 2/3 dukungan DPD 1 dari total 34 DPD Golkar lalu, Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah Wisnu Suhardono mengklaim sebanyak 2/3 atau 24 dari 34 Dewan Pengurus Daerah [DPD] I se-Indonesia setuju pelaksanaan musyawarah nasional luar biasa [munaslub].

Usulan munaslub dari DPD ini juga mendapat dukungan dari politisi senior Partai Golkar, Jusuf Kalla.

Wisnu mendapatkan informasi jumlah DPD yang setuju munaslub dari Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi.[*]

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR