Kementan kecam hobi impor sapi Kemendag

Merdeka.com – Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro mengaku khawatir dengan kebijakan Kementerian Perdagangan jor-joran melakukan impor daging sapi. Impor daging sapi diyakini akan membunuh peternak dalam negeri karena mengacaukan harga pasaran.

“Kami khawatirkan jangan sampai kita kembali ke 2010 impor sampai 54 persen kebutuhan. Dampaknya harga sapi di peternak jatuh sekali,” ucap Syukur di Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (23/7).

Syukur mengakui dalam melakukan impor pihaknya saat ini hanya memberikan rekomendasi teknis. Sementara, Kementerian Perdagangan bebas menentukan berapa banyak sapi atau daging yang ingin mereka impor.

“Sekarang kami hanya urus aspek produksi disamping kebutuhan konsumen dan kami fokus berdayakan 6,4 juta masyarakat petani sapi lokal. Tapi over impor buat peternak tak bergairah lagi,” tegasnya.

Berdasarkan data balai karantina, hingga 21 Juli 2014, impor sapi bakalan mencapai 300.975 ekor. Sedangkan, sapi siap potong mencapai 80.237 ekor. Total impor sapi ini mencapai 381 ribu ekor lebih atau setara dengan 76.442 ton.

“Sapi ini kebijakan terbaru. Kementan hanya difokuskan populasi. Impor hanya rekomendasi teknis dan kesehatan hewan, kalau jumlah kemendag. Kami pantau juga agar tidak over impor,” tegasnya.

Selain itu, Kemendag juga mengimpor daging sapi beku melalui 7 pelabuhan di Indonesia. Di periode yang sama, jumlah daging beku yang sudah diimpor mencapai 57.139 ton.

“Kalau kita total keseluruhan dari sapi hidup plus daging dan daging beku setara daging yang sudah masuk ke Indonesia 133.382 ton. Impor ini sudah mencapai 23,16 persen dari kebutuhan. Ini meningkat drastis dari periode sama 2013 hanya 18 persen,” tutupnya.

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR