Kematian Massal Ikan di Ancol Disebabkan Tiga Faktor

ikan
Bangkai Ikan di pinggir pantai/istimewa

LINTAS7.COM – JAKARTA – Penyebab kematian ikan secara massal di kawasan Ancol, Jakarta Utara pada Senin(30/11/15) lalu, hingga kini masih menjadi pertanyaan dari berbagai pihak, apa penyebab kematian ikan-ikan di laut Ancol tersebut.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertania Bogor (IPB) Prof Indra Jaya mengatakan, penyebab kematian ikan secara massal itu kemungkinannya ada tiga faktor.

BACA JUGA : MKD Harusnya Sudah Bisa Ambil Keputusan Pecat Setya Novanto

“Pertama kekurangan oksigen, kedua polusi/pencemaran, dan ketiga, resuspensi atau terangkatnya sedimen dasar perairan yang telah terakumulasi bahan-bahan beracun naik ke kolom air sehingga menjadikan kolom air beracun. Itu penyebab yang mungkin terjadi,” kata Indra, kepada Lintas7.com, Sabtu(5/12/15).

Mengenai adanya anggapan reklamasi dan limbah beracun yang menyebabkan kematian massal ikan, jutru Indra menjelaskan, kalau kekurangan oksigen dalam air dapat disebabkan oleh alga blooming, sedangkan pencemaran bisa karena limbah beracun atau tumpahan minyak. Sementara resuspensi bisa terjadi karena masuknya air yang cukup deras dari sungai

“Ada 13 sungai yang bermuara ke teluk Jakarta yang kemudian mengaduk dan mengangkat butiran sedimen yang ada di dasar perairan kedalam kolom air,” jelasnya.

Selain itu, Indra menyatakan, kemungkinannya sangat kecil sekali bila ikan-ikan mati akibat adanya reklamasi pantai. Meski begitu, Indra meminta, perlu ada penelitian/kajian apakah dengan adanya reklamasi di Teluk Jakarta tersebut mengubah pola aliran air yang cukup signifikan yang memicu terjadinya resuspensi dalam kolom air.

“Kalau dilihat yang terjadi saat ini nampaknya pemicunya adalah aliran massa air dari sungai-sungai yang bermuara ke Teluk Jakarta akibat hujan yang cukup deras akhir-akhir ini,” ujarnya.

Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP) DKI Jakarta belum bisa memastikan penyebab kematian ikan di kawasan Ancol , Jakarta Utara pada Senin(30/11/15) lalu.

“Kami melihat ada tiga faktor kemungkinan yang membuat ikan-ikan itu mati,” kata Kepala DKPKP DKI Darjamuni di Jakarta, Rabu (02/13/15).

Darjamuni menjelaskan, kemungkinan penyebab pertama yakni, perubahan iklim yang terjadi secara ekstrem, mengakibatkan perubahan suhu yang cukup dratis antara air di bagian permukaan dengan air yang ada didasar laut .

“Kalau untuk beberapa hari ini kan memang sempat terjadi hujan deras , membuat suhu di permukaan dan di dasar laut ikut berubah suhu sehinga zat-zat berbahaya di dasar laut naik keatas, ikan pun mati karena menelan zat beracun itu,” jelasnya

Namun Kepala DKPKP DKI Jakarta mengaku, ada kemungkinan kedua yang terjadi yakni, terjadinya pertumbuhan alga yang cukup banyak sehingga ikan-ikan harus berebut oksigen dengan alga.

“Ada kemungkinan lain ketiga yaitu, terjadinya pencemaran air laut , sehingga ikan-ikan mati akibat air laut tercemar, tapi kita masih harus melakukan penelitian lebih dulu agar tahu pasti penyebab kematian ikan-ikan di kawasan Ancol, Jakarta Utara,” jelas Darjamuni.

Dia menambahkan, jika pihaknya saat ini melakukan penelitian kematian ikan-ikan tersebut.Dengan melibatkan ber agai pihak, seperti, Institute Pertanian Bogor ( IPB) dan Kementerian Kelautan dan Petikanan.

“Dari pihak IPB dan Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah turun ke lapangan.Kami menunggu dalam waktu dua sampai tiga hari ini sudah dapat kepastian penyebab kematian ikan-ikan di kawasan Ancol tersebut.(*)

Jurnalis : AGUS IRAWAN

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR