Indonesia Dinilai Belum Siap Hadapi MEA

asean
ASEAN Economic Community/Istimewa

LINTAS7.COM – JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid nilai Pemerintah Indonesia belum siap hadapi sistim Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan diberlakukan pada awal Januari 2016.

Menurut Hidayat, Pemerintah Indonesia belum melihatkan upaya agar produk-produk Indonesia siap berkompetisi dengan produk-produk negara luar.

BACA : Bekas Pengawal Osama Bin Laden Wafat

“Sekarang saya belum lihat secara nyata upaya pemerintah untuk hadapi MEA. Indonesia tidak siap karena daya saing tidak dipersiapkan,” Ujar Hidayat di gedung Parlemen, Jakarta, Senin (28/12/15).

Hidayat mengatakan, sikap pemerintah dalam menghadapi MEA ini sudah kalah jauh dengan negara ASEAN lainnya. Ia pun membandingkan Indonesia dengan Thailand yang dinilai sudah lebih siap karena bisa berbahasa Indonesia.

“Pada tiga atau empat tahun lalu saya diundang ke Bangkok, Thailand untuk menghadiri sebuah acara berkaitan dengan agama. Setelah acara itu, saya kaget. Di Thailand ada fenomena menarik, mereka masyarakatnya sudah belajar bahasa Indonesia. Mereka tahu Indonesia negara yang besar dan akan memaksimalkan Indonesia saat MEA. Sementara bangsa Indonesia belum ada yang mempelajari bahasa-bahasa asing negara ASEAN.” Ungkapnya.

Politisi PKS ini pun sangat menyayangkan melihat kondisi itu, ia mengaku tidak mau Indonesia hanya sebagai bangsa penonton di negara sendiri saat MEA berlangsung.

“Indonesia jangan jadi penonton apalagi jadi korban MEA. ‎ MEA butuh peran serta dari semua pihak. Di lapangan saat ini belum terlihat keseriusan, dikhawatirkan akan terjadi kegagapan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, di awal tahun 2016 nanti, Indonesia besama negara-negara ASEAN lainnya akan masuk dalam sistim Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau Asean Ekonomic Community (AEC).

Asean Economic Community (AEC) merupakan kesepakatan yang dibangun oleh 10 negara anggota ASEAN. Dalam upaya meningkatkan perekonomian kawasan dengan meningkatkan daya saing di kancah internasional agar ekonomi tumbuh merata.

AEC adalah realisasi Visi ASEAN 2020, untuk melakukan integrasi terhadap ekonomi negara-negara ASEAN dengan pasar tunggal dan produksi bersama. Ada beberapa konsep dalam AEC : ASEAN Economic Community, ASEAN Political Security Community, dan ASEAN Socio-Culture Community. Ke-3 hal tersebut akan direalisasikan secara bertahap. Untuk langkah pertama yang akan direalisasikan adalah AEC pada akhir 2015 ada 5 hal, yaitu arus bebas barang, arus bebas jasa, arus bebas investasi, arus bebas modal dan arus bebas tenaga kerja terampil. Pada 2016 ke-10 negara ASEAN harus membebaskan 5 hal di atas untuk menerapkan aturan dari kesepakatan tersebut.

Dalam pelaksanaan AEC, negara-negara ASEAN harus memegang teguh prinsip pasar terbuka dan ekonomi yang digerakkan oleh pasar. Konsekuensi diberlakukannya AEC adalah liberalisasi perdagangan barang, jasa, tenaga terampil tanpa hambatan tarif dan nontarif. (*)

Jurnalis : EKA M YUNIARSIH

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR