Hina NU, Deni Iskandar alias Dheny Goler Melanggar AD/ART HMI

HMI
Kader HMI, Deni Iskandar alias Dheny Goler/Istimewa

LINTAS7.COM – JAKARTA – Nama Deni Iskandar atau Dheny Goler Tea muncul menjadi perbincangan di media sosial hususnya Facebook, lantaran dinilai telah menghina Ketua Umum Nahdhatul Ulama (NU) beserta para Kyai di dalamnya.

Dalam status Facebooknya ia menyebut NU sebagai organisasi yang tidak punya kelamin sebab tidak ikut berpartisipasi dalam demonstrasi “aksi bela Islam 2” pada 4 November lalu.

BACA JUGA : 

Saat ini, kabarnya kasus ini telah dilaporkan oleh Sekretaris GP Ansor Tangerang Selatan ke Polres setempat.

Hal ini ditanggapi oleh Ketua Umum Komisariat Fakultas Ushuluddin da Filsafat (KOMFUF) periode 2015, Muflih Hidayat, menyebutkan bahwa kejadian ini tidak ada kaitannya dengan institusi HMI.

“Akun Facebook itu jelas pribadi dan tentu saja tidak ada sangkutpautnya dengan institusi HMI. Logika berpikirnya harus benar disini” kata pria yang biasa disapa Muflih ini melalui pesan tertulis elektronik, Minggu (06/11/16).

Muflih melanjutkan, sikap dari Deni Iskandar ini memang terbilang kasar, maka wajar NU melaporkan kasus ini. Tak hanya itu hal ini juga telah melanggar konstitusi HMI sendiri. Maka Institusi HMI khususnya HMI Cabang Ciputat sendiri harus bertindak tegas.

“Deni Iskandar atau Goler itu jelas sekali melanggar Anggaran Dasar (AD / ART) HMI pasal 7 poin C yang berbunyi, setiap anggota berkewajiban menjunjung tinggi etika, sopan santun dalam berperilaku dan menjalankan aktivitas organisasi, maka HMI Cabang Ciputat harus menjalankan fungsinya disini” ungkap Muflih.

Soal jabatan Sekretaris Umum Komisariat (Sekum) yang disebut dibeberapa media, Muflih mengklarifikasi, bahwa hingga saat ini Deni ini belum dilantik. Maka secara konstitusional ia belumlah sah menjadi Sekum.

“Kita lihat saja apakah HMI Ciputat akan bertindak tegas atau justru malah melantik Deni Iskandar ini sebagai Sekum” sambungnya.

Di sisi lain, ideolog HMI (NDPer) HMI Ciputat, Dedy Ibmar menjelaskan, substansi dari kajian keislaman yang tertuang dalam Nilai-nilai Dasar Perjuangan (NDP) itu menginginkan agar kadernya memiliki pemahaman islam yang moderat dan menghargai perbedaan pendapat dalam menafsirkan sesuatu melalui pendekatan “teologis filosofis” bahwa kebenaran yang dimiliki manusia nisbi karna kebenaran mutlak hanya milik Tuhan.

“NDP HMI menganjurkan untuk bersikap sopan dan mengedepankan dialog apabila terjadi perbedaan pendapat. Tidak ada cela-mencela apalagi hina-menghina. Setiap kader sebenarnya memahami betapa moderatnya struktur berpikir dan bertindak dalam NDP, sebab ia adalah alat untuk mendekati kebenaran Mutlak” ungkapnya

Dedy lebih lanjut menegaskan, bahwa bukan hanya konstitusi yang dilanggar, Deni Iskandar juga telah mempertontonkan sikap arogansi yang sangat bertentangan dengan NDP HMI.

“Iman dan Ilmu tak akan ada artinya tanpa Amal saleh” pungkasnya.

Dalam kasus ini, seperti diberitakan media lainnya, Deni secara pribadi telah meminta maaf kepada semua warga Nahdhayyin.

Berikut permintaan maafnya:

Assalamualaikum wr. wb.

Saya atas nama pribadi, Deni Iskandar, mengucapkan banyak-banyak minta maaf, atas status Facebook saya yang banyak menyinggung warga nahdiyyin.

Saya juga berterima kasih kepada guru-guru saya, senior-senior saya baik, senior pondok pesantren, maupun senior dan guru-guru saya di kampus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, yang sudah mengingatkan saya, mengkritik saya, dan mengingatkan saya.

Apa yang saya tulis dalam status facebook saya, itu merupakan kegelisahan saya dalam melihat realitas NU saat ini. Dan dalam penulisan status tersebut, tidak ada yang mendorong saya, menyuruh saya dalam menuliskan hal tersebut.

Ada pun statmen saya dianggap mempropokasi sekaligus dianggap menghina secara Institusi NU, maka saya mohon maaf, mungkin ini adalah ketidak tahuan saya, saat NU melakukan Ijtihad, selain itu kurangnya Informasi yang saya ketahui, tentang latar belakang kenapa Harus ada Surat Himbauan, dari NU sebagai organisasi Islam, yang konsisten mempertanankan NKRI.

Secara Pribadi, saya mohon maaf, sebesar-besarnya, bila ada yang tersinggung pada status facebook saya, salah, dan khilaf, sejatinya merupakan sifat dasar manusia sebagai “Insan” semoga dengan begini, saya secara pribadi bisa lebih bijak, sekaligus lebih banyak belajar lagi, sekaligus lebih banyak Silaturahmi lagi dengan warga Nahdiyyin, sekaligus kiai-kiai dan guru guru.

Status Facebook itu, datang dari diri saya secara pribadi. Tidak ada gading yang tak retak, manusia secara alamiah, tempatnya salah. Persoalan pernyataan Facebook saya, itu hasil dari pemikiran saya. !. Mohon dimaklumi dan di pahami.

Sekali lagi, saya secara pribadi, meminta maaf kepada semua warga Nahdhayyin dimana pun berada.

Billahi Taufiq Wal Hidayah

Wassalamualaikum wr.wb.

Deni Iskandar.
Pemilik akun Facebook
“Dheny Gholer Tea”(*)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR