HAM-IPB Minta Seluruh Alumni Diikut Sertakan Dalam Munas

LINTAS7.COM – Menyikapi berbagai dinamika menjelang Munas HA-IPB terutama menyangkut aturan dan syarat pencalonan Ketua Umum dan sekjen.

Himpunan alumni Muda IPB (HAM-IPB) mengeluarkan beberapa pernyataan sikap.

Yaitu, menuntut agar sistem pemilihan ketum dan sekjen HA-IPB dikembalikan lagi ke ruh demokrasi, yaitu ke alumni dengan sistem one man one vote, tidak lagi memakai sistem perwakilan dengan DPD, DPC maupun DPK.

Menurut koordinator HAM-IPB Bambang Purnomo, aturan ini bisa diterapkan saat pembahasan AD/ART dan tata tertib pemilihan saat Munas.

Terlebih, Munas adalah ajang konsolidasi alumni untuk mesinergikan seluruh potensi alumni, serta merumuskan peran aktif alumni dalam menyikapi persoalan masyarakat di tingkat nasioonal, seperti memberikan masukan atas kebijakan pemerintah.

“Sudah seyogyanya prasayarat untuk maju sebagai ketum dan sekjen HA-IPB tidak membatasi ruang gerak demokrasi dan menghambat calon lain. Semakin banyak calon semakin baik, alumni diberikan banyak pilihan dalam menilai ide dan gagasan dari para kandidat,” ucap Bambang dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (06/12/17).

Lalu, mengingat bahwa eksistensi dan keberadaan Alumni IPB tersebar dari Sabang – Merauke, di dalam & luar negeri.

Sehingga menganggap sangat penting pengakuan eksistensi dari segenap alumni IPB dimana pun berada untuk kemajuan organisasi dengan penerapan Sistem E-Voting dalam pemilihan Ketua Umum dan Sekjen HA IPB.

Hal itu, kata dia, berkaca pada himpunan alumni lain yang telah menerpkan E voting dalam pemiilihan ketum dan sekjen yang berarti alumni ditempatkan sebagai pemegang mandat tertinggi.

“Kita malah setback ke belakang dengan demokrasi perwakilan. Ini buruk bagi iklim demokrasi di HA-IPB,” ucapnya.

Oleh karena itu ia meminta pernyataan sikap itu diakomidir oleh panitia dan mengajak kepada segenap Alumni IPB yang peduli terhadap organisasi untuk hadir pada Munas V – Himpunan Alumni IPB, tgl 16 – 17 Desember 2017 di IICC Bogor.

“kalau tidak mengakomodir suara alumni, bikin aja munas DPD dan DPC gak usah undang alumni dan tidak usah Munas mengatasnamakan Himpunan Alumni IPB. Masa Alumni sudah datang di acara Munas tidak dianggap,” tegasnya.(*)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR