Fadli Zon Dukung Pemerintah Kecam Keras Israel

foto
Tank Israel/istimewa

LINTAS7.COM – Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengecam aksi penutupan dan tindak kekerasan yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap jamaah masjid Al-Aqsa yang menyebabkan tewasnya tiga warga Palestina dan ratusan korban lainnya.

Fadli mengatakan, tindakan Israel itu merupakan bentuk pelanggaran terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB yang tidak dapat ditoleransi. Terlebih, Masjid Al-Aqsa dan The Dome of the Rock harus dipertahankan sebagai tempat suci yang terbuka untuk diakses oleh semua umat Muslim.

“Penutupan dan pembatasan sepihak masjid Al-Aqsa oleh otoritas Israel jelas menyalahi kesepakatan yang sudah dibuat sebelumnya. Pembatasan itu juga melanggar hak asasi umat Muslim untuk bebas melakukan ibadah. Itu tindakan provokatif yang ingin memperkeruh keadaan saja. Israel harusnya tidak mengubah status quo kompleks Al-Aqsa.” ujar Fadli dalam pesan singkat, Jakarta, Selasa [25/07/17].

Oleh karena itu, dia mendukung sikap Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Indonesia [Kemenlu] melakukan kecaman terhadap tindakan Isarel tersebut.

“Saya berharap pemerintah Indonesia juga menggunakan pengaruhnya dalam forum-forum internasional untuk terus mendukung kemerdekaan Palestina. Suara Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, memiliki nilai penting dan strategis bagi agenda kemerdekaan Palestina. Sikap itu sudah tepat, mengingat kekerasan dan pembatasan yang dilakukan Isarel terhadap Muslim Palestina tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun,” pungkasnya.

Diketahui, Israel menutup komplek al-Aqsa pada hari Jumat lalu, setelah adanya serangan terhadap dua warga Israel. Komplek tersebut kembali dibuka pada hari Sabtu, namun penjagaan untuk memasuki komplek itu diperketat.

Otoritas keamanan Israel memberlakukan aturan baru di pintu masuk kompleks Masjid al-Aqsa yang membuat situasi memanas. Israel memasang detektor logam dan CCTV yang membuat warga Muslim menolak masuk ke kompleks masjid suci itu.

Pejabat Masjid al-Aqsa menolak pemasangan detektor logam dan CCTV tersebut. Para warga Muslim juga memilih bertahan di luar kompleks masjid sampai aturan tersebut dicabut oleh Israel.[Eka]

Baca Juga:

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR