BKSAP Kutuk Keras Israel Atas Pelanggaran di Al Aqsa

foto
Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen [BKSAP] Nurhayati Ali Assegaf/istimewa
LINTAS7.COM – Badan Kerjasama Antar Parlemen [BKSAP] DPR RI menyatakan mengutuk keras atas pelanggaran yang terus berulang di komplek masjid Al Aqsa.

Ketua BKSAP Nurhayati Ali Assegaf mendesak PBB untuk segera menghentikan pelanggaran yang tidak dapat diterima.

“Kami meminta PBB untuk mempunyai keberanian dan ketegasan kuat untuk memaksa Israel mematuhi semua instrumen hukum internasional,” ucap Nurhayati di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa [25/07/17].

Politikus Demokrat ini mengungkapkan desakan Parlemen Indonesia kepada PBB untuk menindak Israel, karena negara Zionis itu dengan jelas dan gamblang telah melanggar sejumlah resolusi PBB. khususnya resolusi PBB no 46 [17 April 1948] tentang Palestine Question, 271 [15 September 1969) tentang Midle East, 452 [20 Juli 1979] tentang wilayah yang diduduki Israel, 1073 [28 September 1996] tentang situasi di Yerusalem, Nablus, Ramallah, Bethlehem dan Jalur Gaza, 1321 [17 Oktober 2000] tentang Midle East including Palestine Question.

Terlebih, lanjutnya, Masjid Al-Aqsa adalah situs suci islam warisan dunia. Oleh karena Segala bentuk tindakan atas masjid tersebut harus mematuhi ketentuan yang relevan tentang perlindungan warisan budaya.

“BKSAP sangat mengecam langkag Israel terkait pemasangan detektor logam di masjid Al Aqsa. Masjid milik umat islam sedunia yang merupakan situs yang dilindungi PBB. Kami menilai ini adalah kelanjutan upaya ilegal Israel untuk mengubah susunan demografis Yerusalem Al-Quds selama beberapa dekade teraakhir dengan membangun pemukiman, menghancurkan situs-situs bersejarah dan mengusir penduduk Palestina setempat,” ungkapnya.

Bukan hanya mendorong PBB, Nurhayati juga mendorong pemerintah Indonesia agar mengirimkan pasukan perdamaian untuk menjaga Al Aqsa.

“Harus ada langkah pasti yang harus menjelaskan agresi ini agar tidak menjadi lebar. Kita sudah punya lemhanas, dan lembaga lainnya sehingga kita harus bisa mendesak untuk mengirimkan pasukan perdamaian di israel. Ini bukan masalah islam non islam melainkan masalah kemanusiaan,” tegasnya.

Diketahui, Israel menutup komplek Al Aqsa pada hari Jumat lalu, setelah adanya serangan terhadap dua warga Israel. Komplek tersebut kembali dibuka pada hari Sabtu, namun penjagaan untuk memasuki komplek itu diperketat.

Otoritas keamanan Israel memberlakukan aturan baru di pintu masuk kompleks Masjid al Aqsa yang membuat situasi memanas. Israel memasang detektor logam dan CCTV yang membuat warga Muslim menolak masuk ke kompleks masjid suci itu.

Pejabat Masjid Al Aqsa menolak pemasangan detektor logam dan CCTV tersebut. Para warga Muslim juga memilih bertahan di luar kompleks masjid sampai aturan tersebut dicabut oleh Israel.[Eka]

Baca Juga:

TINGGALKAN KOMENTAR