Berkat Obat Herpes, Kanker Kulit Pun Sembuh

Kanker
Photo : Kanker kulit

LINTAS7.COM – Kabar baik buat anda yang memiliki penyakit kanker kulit atau untuk anda yang miliki saudara, teman dan sahabat yang mengidap penyakit ini. Sebuah penelitian teranyar ditemukan oleh tim peneliti kanker di London, Inggris.

Dalam penelitian tersebut, tim peneliti kanker berhasil temukan obat yang diklaim efektif menyembuhkan penyakit kanker kulit yang cukup agresif, yaitu obat Herpes. Obat penyakit Herpes ini terbukti mampu membunuh sel kanker kulit. percobaan itu langsung dilakukan kepada pasien yang mengidap penyakit kanker.

Sampel ini diujikan langsung kepada penderita kanker kulit. Pasien dengan kanker kulit di berikan cairan obat herpes pada inti penyakit kankernya. Percobaan ini dilakukan secara terbuka dan dilihat oleh orang banyak.

Temuan ini dilakukan berdasarkan tiga tahapan percobaan berjenis virotheraphy. Obat ini juga telah dinamai dengan obat T- VEC jika disetujui akan dipasarkan di pasaran.

Pihak yang paling bertanggungjawab atas percobaan ini adalah Prof. Kevin Harrington peneliti senior terapi kanker biologi di Institut Penelitian Kanker London.

“Ini adalah janji besar dari perawatan ini. Ini pertama kalinya virotheraphy terbukti sukses dalam tiga tahap percobaan,” paparnya meyakinkan seperti yang dikutip the Guardian, Rabu, (27/5/2015).

Percobaan itu melibatkan 400 pasien dengan pasien yang miliki riwayat penyakit melanoma agresif. Satu dari empat pasien menanggapi pengobatan, dan 16 persennya telah melakukan percobaan enam bulan lalu.

Sekitar 10 persennya diobati dengan tata cara lengkap. Setelahnya, pasien itu terditeksi sembuh dan sel kankernya mati. Usai percobaan itu, tim peneliti memeriksa kembali pasien dan mereka tetap sembuh lima tahun setelahnya.

“Mereka (para pasien kanker) memiliki penyakit yang berkisar dari puluhan hingga ratusan deposito melanoma pada tungkai sampai ke pasien dimana kanker telah menyebar ke paru-paru dan hati,” ucap Harrington.

Mengenai cara kerja obat manjur ini, Harrington menjelaskan detailnya. Perawatan ini bekerja dengan dipasang secara dua arah pada kanker. Pertama dilumpuhkan dengan cara mengebiri virusnya agar tidak berkembang, kedua membunuhnya secara perlahan.

Sel kanker sendiri bisa hidup karena sistem jaringan protein pada tubuh yang diserapnya. Sel protein itu nantinya akan di blokir dan mengalihkan protein itu pada sel-sel yang sehat dan tidak terjangkit kanker. Sampai akhirnya memicu reaksi kekebalan sekunder terhadap tumor.

Senada dengan rekannya, Prof Paul Workman, Chef Executive dari The Institute of Cancer Research mengatakan bahwa obat Herpes ini adalah sel penyakit yang telah dijinakan.

“Kami biasanya mungkin berpikir virus sebagai musuh umat manusia, tetapi sangat kemampuan mereka untuk secara khusus menginfeksi dan membunuh sel-sel manusia yang bisa membuat mereka pengobatan kanker seperti menjanjikan. Dalam hal ini kita memanfaatkan kemampuan virus rekayasa untuk membunuh sel-sel kanker dan merangsang respon kekebalan tubuh. ” kata Prof Paul Workman.

Untuk mengefektifkan kerja maka pasien percobaan menerima dosis setiap dua minggu hingga 18 bulan. Lalu, bagaiman efek sampingnya? Para medis ini sepakat bahwa efek obat T-VEC sangat ringan dibanding kemoterapi, para pasien hanya terkena flu ringan saat disuntikan pertama kalinya.

“Menggunakan virus untuk kedua membunuh sel kanker dan menyenggol sistem kekebalan tubuh dalam menyerang mereka adalah menarik. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan T-VEC bisa mendapatkan keuntungan beberapa orang dengan kanker kulit canggih, tapi ini adalah studi pertama untuk membuktikan peningkatan kelangsungan hidup,” kata dia.

Pasien dengan stadium III dan awal melanoma stadium IV diobati dengan T-VEC (163 orang total) hidup rata-rata 41 bulan, persidangan ditemukan. Ini dibandingkan dengan kelangsungan hidup rata-rata 21,5 bulan di 66 pasien sebelumnya tahap yang menerima perlakuan kontrol.

Rekayasa genetika, yang telah memungkinkan para ilmuwan untuk menciptakan versi aman dari virus alam telah menyebabkan kebangkitan konsep, dan uji coba virotherapies berdasarkan infeksi termasuk herpes, campak dan vaccinia (yang digunakan dalam vaksin cacar) saat ini sedang berlangsung.(*)

Penulis : DIMEITRI MARILYN

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR