Bagaimana Respon KPK Saat Nama SBY Disebut Dalam Kasus E-KTP ?

LINTAS7.COM – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK], Febri Diansyah, menuturkan pihaknya masih dalam proses membahas terkait kemungkinan meminta keterangan kepada mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono [SBY].

Pasalnya, hingga kini jaksa Tipikor harus mencermati fakta-fakta baru yang muncul di persidangan.

“Sejauh ini belum ada [pemanggilan terhadap SBY] karena jaksa harus melihat fakta-fakta persidangan, baru itu diupdate dan dibahas internal,” papar Febri di Jakarta Selatan, Senin [29/01/18].

Meski demikian, KPK tetap mempelajari fakta-fakta yang terungkap di persidangan. Termasuk penyebutan nama SBY oleh saksi Mirwan Amir dalam sidang kasus e-KTP.

Seperti diketahui sebelumnya, dalam persidangan Mirwan Amir mengungkapkan bahwa dirinya pernah menyarankan SBY untuk menghentikan proyek pengadaan e-KTP di Kementerian Dalam Negeri.

Saran itu diajukan karena Mirwan mendengar informasi dari rekannya, Yusnan Solihin yang mengatakan teknis E-KTP itu bermasalah.

“Saya sudah sampaikan itu, tapi kan saya tidak punya kekuatan untuk menyetop e-KTP, paling tidak saya sudah sampaikan,” tutur Mirwan saat di Pengadilan Tipikor.

Mirwan juga mengatakan Yusnan juga telah membuat surat untuk pemerintahan yang memenangkan Pemilu 2009 guna mengutarakan keresahannya.

“Pernah saya sampaikan [pada SBY] bahwa program e-KTP ini lebih baik tidak dilanjutkan, maka dari itu Pak Yusnan membuat surat yang ditujukan kepada pemerintahan pemenang pemilu 2009, dan saya juga percsya dengan pak Yusnan, kalau memang program ini tidak baik, [jadi] jangan dilanjutkan,” jelas Mirwan.

Di kala itu Partai Demokrat memang keluar sebagai pemenang pemilu 2009, sedangkan SBY kembali terpilih sebagai Presiden RI dan didampingi Wakilnya Boediono.

Namun SBY bersikukuh tetap melanjutkan proyek E-KTP yang ditaksir merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun karena proyek tersebut dibuat untuk menghadapi pilkada.[*]

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR