Andi Darussalam Besuk Dewie Yasin Limpo

LINTAS7.COM – JAKARTA – Eks Direktur Badan Liga Indonesia, Andi Darussalam Tabusalla, menyambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Sekata, Jumat (23/10/15).

Andi mengaku, kedatangannya ke gedung KPK untuk membesuk tersangka suap proyek pembangkit listrik, Dewie Yasin Limpo. Andi dan Dewie merupakan saudara, lantaran isterinya, Nana Yasin Limpo, adalah adik Dewi.

BACA : Hendardi Menduga Jaksa Agung HM Prasetyo Terlibat Kasus Rio Capella

“Saya mau nengok Bu Dewi. Tidak tahu mau diizinkan atau tidak,” kata Andi, kepada wartawan di gedung KPK.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 7 (tujuh) orang yang diduga melakukan praktik suap terhadap usulan penganggaran proyek pembangunan infrastruktur energi baru dan terbarukan Tahun Anggaran 2016 untuk Kabupaten Deiyai Provinsi Papua.

Mereka yang ditangkap adalah; Dewie Yasin Limpo, Bambang Wahyu Adi, Irenius, Yusdiono, Devianto, Ira dan Setiadi.

Dewie ditangkap di Bandara Soekarno Hatta, sedangkan yang lainnya ditangkap di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dewi yang merupakan adik kandung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo tidak berkutik saat ditangkap bersama stafnya Bambang Wahyu Hadi di Bandara Soekarno-Hatt, sekira pukul 19.00 WIB. Dari tangannya diamankan uang senilai Rp 1,5 miliar yang merupakan hasil suap yang diterima sebelumnya di Kelapa Gading.

Adapun dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 5 (lima) orang tersangka diantarantanya adalah; Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Deiai Iranius dan seorang pengusaha Setyadi dan disangka Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 jo pasaP 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana.

Sedangkan tiga tersangka lainnya yakni Dewie Yasin Limpo, Rinelda Bandaso dan Bambang Wahyu Hadi diduga sebagai penerima dan disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001.(*)

Jurnalis : HANDOKO

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR