Airlangga Hartarto Calon Terkuat Ketum Golkar

Airlangga
Calon Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. (Istimewa)

LINTAS7.COM – Pasca Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto masuk tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga terlibat kasus E-KTP.

Posisi ketua umum di partai berlambang pohon beringin itu pun mulai menuai polemik.

Meski, Setya telah menuliskan wasiat saat didalam rutan agar dirinya tidak diganti sebagai ketua DPR RI dan telah menunjuk Idrus Marham sebagai plt ketua umum Golkar sampai adanya keputusan praperadilan yang sedang diajukan. Kini posisi itu mulai digoyang.

Nama politisi Golkar yang saat ini duduk di kursi Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto pun muncul disebut-sebut akan menggantikan Novanto sebagai ketua umum.

Hal itu pun dibenarkan oleh Wakil Sekretaris Jendral Partai Golkar Ace Hasan Syadzily.

Bahkan, Ace mengusulkan agar Airlangga dipilih secara aklamasi.

Menurutnya, dalam proses keorganisasian Golkar, seseorang termasuk Airlangga sangat dimungkinkan terpilih secara aklamasi sebagai ketum.

“Aklamasi sangat baik untuk menjaga kekompakan dan soliditas partai. Namun demikian, Partai Golkar menjunjung tinggi azas demokrasi. Oleh karena itu maka kalau aklamasi lebih bagus tapi tetap harus diberi ruang bagi proses demokrasi di mana kader-kader yang berkualitas dimungkinkan untuk maju sebagai calon ketum,” Ujar Ace di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/11/17).

Ace juga menyebut, bukan hanya Airlangga yang digadang maju sebagai calon ketum Golkar, nama Plt Ketum Golkar Idrus Marham pun juga di sebut-sebut akan maju.

Ia mengaku senang dengan banyaknya nama yang akan muncul itu, sehingga ia berharap agar partai Golkar secepatnya dilakukan Munas Luar biasa.

“Semakin banyak calon semakin bagus, maka di situlah letak keunggulan dari Partai Golkar sebagai partai yang mengedepankan proses demokrasi dan oleh karena itu secepatnya dilakukan Munaslub. Sebaiknya ruang untuk pencalonan para kader Partai Golkar yang memenuhi syarat AD/ART diberikan kesempatan. Tapi kalaupun juga misalkan ada upaya aklamasi, ya harus kita hormati,” imbuh anggota Komisi II itu.

Seperti diketahui, pasca ditahannya Setya Novanto oleh KPK. Airlangga mengaku telah menemui Presiden Joko Widodo dan mendapat restu untuk menjadi ketua umum Golkar menyusul ditahannya Setya Novanto karena menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP. (*)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR