Ahok Sudah Laporkan Kasus Penghadangan Truk Sampah Jakarta

LINTAS7.COM – JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku, telah melaporkan kasus penghadangan truk sampah DKI Jakarta ke pihak Kepolisian.

Menurut Ahok, aksi yang dilakukan sejumlah warga Cileungsi yang menghadang jalan truk-truk sampah DKI adalah bentuk premanisme.

BACA JUGA : Tepis Pernyataan Yusril, Ahok : Lahan DKI Bos! Ada Sertifikat

“Kita sudah lapor polisi. Hari ini Dinas Kebersihan mau ke sana. (penghadangan) itu namanya premanisme kalo menurut saya. Mana ada cara begitu. Kalo mau untuk bikin duit untuk masuk ke kabupaten Bogor, udah kita bantu. Sampai 100 miliar. Saya bilang kalo mau ngajuin 1 triliun juga kita kasih, selama masuk akal dan ada hubungan dengan Jakarta,” tegas Ahok, di Balai Kota Jakarta, kemarin.

Sebab itu, Ahok menyelesaikan sejumlah tindakan warga yang mengadang truk sampah di Jalan Transyogi, Cileungsi, Bogor. Padahal diketahui, jalan tersebut merupakan jalan negara yang bagi siapa saja diperbolehkan melintas.

BACA JUGA : Pandeglang Digoyang Gempa 5,2 SR

“Jalan itu milik negara, tetep boleh lewat mana saja. Jakarta juga boleh masuk pelat F. Pelat F boleh masuk Jakarta enggak? Bawa ayam? Bau enggak, bawa ayam, bawa ikan bau enggak? Jadi enggak ada urusan. Terus puluhan tahun pernah enggak ribut?” ujar Ahok.

Sebelumnya, ratusan warga Cileungsi, menggelar unjuk rasa lantaran kerap mencium bau tidak sedap dari truk-truk sampah yang melintas saat hendak membuang sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

Dalam aksinya, mereka menghadang belasan truk sampah asal Jakarta yang ingin membuang sampah tersebut di TPA Bandar Gebang, Jalan Raya Narogong, Bekasi.

“Bertahun-tahun kami mencium bau sampah dari ruk-truk yang melintas itu. Sudah berulangkali kami minta dicarikan solusi, tapi Dinas Kebersihan DKI Jakarta cuek, kali ini kesabaran kami sudah habis. Kami melarang truk-truk sampah melintasi daerah kami,” tegas koordinator unjuk rasa, Ansor, di lokasi aksi, Senin (02/11/15).

Lantaran dihadang warga, belasan truk sampah asal Jakarta akhirnya terpaksa kembali ke pool mereka.

“Kami dilarang melintas, terpaksa balik kembali ke pool di Dinas Kebersihan DKI Jakarta. Lewat Cileungsi kita dihadang, lewat Tol Bekasi Barat juga ditolak,” tutur seorang pengemudi truk sampah, Yusuf (30).(*)

Jurnalis : ANDIKA SETIADI

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR